Johnny Plate: Figur Politisi di Daerah Kalah dengan Popularitas Partai

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Johnny G. Plate, membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Provinsi NTT di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Jumat (10/12/2021).

Rakorwil itu dihadiri sejumlah fungsionaris Partai NasDem dan para kadernya dari 22 kabupaten/kota di NTT.

Di hadapan para kader NasDem, Johnny menyodorkan fakta perolehan suara Partai NasDem dan politisi Nasdem pada kontestasi politik 2019 lalu.

Ditemui fakta ternyata politisi daerah, baik yang menempati kursi legislatif maupun eksekutif belum menyumbangkan suara signifikan dibandingkan sumbangan suara partai politik.

Setelah ditelusuri tenyata simbol partai politik lebih populer di mata masyarakat daripada figur politisi di daerah.

“Saat kontestasi politik di tingkat DPRD, simbol partai politik lebih terkenal daripada figurnya,” kata Johnny.

Sebaliknya untuk DPR RI, masyarakat  menjatuhkan pilihan karena figur politisinya dibandingkan partai politiknya.

Kedua masalah ini, menurut Johnny, harus dibedah secara bersama untuk ditemukan langkah strategis ke depan agar bisa menyeimbangkan keduanya.

Disampaikannya, kekuatan antara popularitas figur dan partai politik harus dipadukan demi sebuah keseimbangan.

“Bagaimana supaya dia seimbang antara kekuatan politisi dan partai. Itu yang dibicarakan,” kata Johnny. 

Bahkan ia mendorong untuk membedah anatomi politik NTT secara detail, dan berbasis data. Agar bisa mengambil langkah operasional strategis demi memenangkan konstestasi politik 2024.

Ia meminta politisi daerah untuk mengenal pembagian tugas, agar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tidak berbicara idealis seperti seorang Ketua Umum Partai.

Sebab menurut Johnny, strategi politik itu menjadi bagian kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sementara DPW menangani teknis operasional, dan DPD operasional lapangan.

“Jangan dibolak-balik. Ketua Umum omong visi besar, kita DPW juga omong yang sama. Lalu kita semua jadi ketua umum,” kata Johnny.

Ia mengajak peserta Rakorwil untuk serius membedah peta politik NTT.

“Kader harus dekat dengan denyut jantung perjuangan masyarakat, untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” kata Johnny. (fei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.