Musim Durian di Manggarai Barat, Harga Turun Drastis

KLIKLABUANBAJO.ID|LABUAN BAJO–Musim panen Buah Durian sedang dirasakan oleh warga di Kampung Cecer dan Melo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Dua tempat itu dikenal sebagai sentra Buah Durian di Mabar yang letaknya tak jauh dari Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama Bulan Oktober dan November, warga memajang Buah Durian di depan rumah mereka, termasuk Ibu Martina Jaya Murni (45).

Ditemui Senin (15/11/2021) di Kios Mai Cenggo miliknya, Martina menyampaikan bahwa harga Buah Durian kini menurun drastis.

“Sebelum Covid-19, harga terendah Durian Rp 35 ribu per buah dan harga tertinggi sampai Rp 150 ribu per buah.  Saat ini harga Durian minimal Rp 25 ribu dan maksimal Rp 100 ribu per buah. Kadang kami terpaksa jual dengan harga Rp 20 ribu per buah,” tutur Martina.

Untuk wisatawan kata dia, mayoritas wisatawan domestik yang membeli Buah Durian, sedangkan wisatawan manca negara hanya sebagian kecil.

Dia menyampaikan, usaha kios jualannya sangat sepi selama Covid-19, Ia bertahan hanya dengan berjualan berbagai jenis buah.

“Saya jual Pisang, Nenas, Jeruk dan Durian. Saya sudah geluti sejak tahun 2008, memulai dengan modal yang susah sekali,” kata Martina.

Ia tidak bisa melupakan jasa Pak Kristo, yang memulai usahanya dengan modal Rp 250 ribu beserta beberapa slot rokok untuk dijualnya.

Usaha itu terus bertahan tetapi karena kebutuhan sekolah anaknya makin meningkat, sehingga usahanya berjalan di tempat.

Meski demikian Martina tetap bersyukur karena sekolah anak-anaknya mulus, dan ia tetap percaya usaha jualan buah akan tetap berjaya.

Ia mengingat masa jaya sebelum Covid-19, wisatawan lokal maupun manca negara datang membeli buah-buahan.

“Hotel di Labuan Bajo berlangganan dengan kami. Demikian juga sanggar seni di Cecer dan Melo, kalau ada pentas, buah-buahan pasti laris,” tutur Martina.

Setiap Minggu ia pergi ke Pasar Rekas menghabiskan modal Rp 800 ribu membeli pisang, lalu jual di Melo.

“Pisang dan berbagai jenis buah itu laris. Kalau wisatawan asing sukanya Buah Nenas,” kata Martina.

Selain berjualan berbagai jenis buah, Mama Martina bersama kelompoknya juga menjual Kripik Pisang. Kripik Pisang ia titip di restoran dekat Puncak Watu Api.

“Kripik Pisang juga laris waktu itu. Kami tidak sulit dapat uang,” kata Martina.

Martina berharap situasi dunia kembali normal, sehingga mereka tidak kesulitan seperti yang dialami saat ini.

Dia bersama sang suami sedang berusaha agar bisa bangun pasar khusus buah-buahan di kampung itu.

Pantauan KLIKLABUANBAJO.ID hampir semua rumah di sepanjang jalan negara wilayah Desa Liang Ndara, Tondong Belang, Cunca Wulang dan Cunca Lolos memajang Durian.

Harga durian bervariasi, kisaran antara Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu per buah. Durian itu diambil dari kebun mereka masing-masing, ada juga yang dibeli dan dijual kembali. (fei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.