PWI Pusat Sering Dapat Keluhan Wartawan Tidak Patuh Kode Etik

KLIKLABUANBAJO.ID| KUPANG–Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Suprapto, menyampaikan bahwa PWI sering mendapat keluhan tentang wartawan yang bekerja tidak mengedepankan perinsip kerja jurnalistik dan tidak patuh kode etik.

Dia menyampaikan itu di hadapan para wartawan dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi NTT, saat pembukaan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW), Rabu (13/10/2021) di Hotel Sahid T-more Kupang.

“Kami sadar, pendidikan salah satunya UKW merupakan sarana untuk meningkatkan profesionalisme wartawan. Kami sering dapat keluhan bahwa banyak orang yang menggaji wartawan tetapi bekerja tidak mengedepankan perinsip kerja jurnalistik. Tidak mematuhi peraturan kode etik dan peraturan yang berkaitan dengan jurnalistik serta melakukan praktek yang bukan kerja wartawan,” kata Suprapto.

UKW kali ini merupakan kerja sama PWI Provinsi NTT dengan Bank NTT, sekaligus merupakan UKW ke-7 di NTT.

“UKW sarana untuk memotret wartawan yang punya kompetensi,” kata Suprapto.

Kompetensi itu kata dia antara lain tergambar dari keterampilan dan kesadaran bekerja pada koridor hukum dan etika yang dipatuhi.

“Tidak bisa kerja semaunya dengan alasan kebebasan pers,” kata Suprapto.

Dia menambahkan, melakukan kontrol sosial jangan mengabaikan aturan. Kontrol sosial itu berkaitan dengan kepentingan publik, bukan berdasarkan pada perasaan suka dan tidak suka dari wartawan terhadap nara sumber atau orang tertentu.

Dia menjelaskan, kontrol sosial misalnya mengkritisi penyalahgunaan kewenangan.

Suprapto mengingatkan bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi, bukan perusak demokrasi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI NTT Hilarius F. Jahang, menyampaikan bahwa minat wartawan di NTT untuk mengikuti UKW sangat tinggi tetapi banyak yang belum memenuhi persyaratan.

“Kami berterima kasih kepada Bank NTT yang suport kami secara penuh. Sejak perecanaan kegiatan, kami dari PWI sudah keluarkan pengumuman. Banyak teman wartawan menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran tetapi setelah diseleksi ternyata banyak yang gugur,” kata Hilarius yang akrab disapa Ferry.

“Beberapa jam lalu kami masih menerima beberapa teman yang ingin ikut UKW tetapi ternyata persyaratannya belum bisa mereka penuhi. Memang UKW sangat ketat, tahapan seleksinya banyak dan panjang,” kata Ferry.

UKW hari itu kata dia diikuti oleh 25 orang wartawan dari ratusan calon pendaftar.

Dari 25 orang itu ada 5 orang peserta yang ikut UKW tingkat utama.

Direktur Kepatuhan Bank NTT Hilarius Minggu, saat membuka UKW itu menyampaikan bahwa pihaknya mendukung kegiatan UKW untuk mengoptimalkan sinergi antara Bank NTT dengan insan pers.

“Kami mau optimalkan sinergi antara Bank NTT dengan insan pers dalam berita yang berimbang,” kata Hilarius.

Dia menambahkan, kualitas dan profesionalitas para wartawan di NTT sangat dibutuhkan.

Penguji UKW yang berlangsung Hari Rabu itu hingga Kamis (14/10/2021) yakni dari PWI Pusat Widodo Asmowiyoto, Nircholis Basyari dan dari PWI Bali yaitu Dwikora Putra bersama Emanuel Dewata Oja, PWI NTT Hilarius F. Jahang.

Turut hadir saat acara pembukaan UKW, Kadiv Perencanaan Bank NTT dan Corporate Sekretaris, Kadiv Bisnis, Kadiv Kepatuhan, Kadiv Trisuri, dan Konsultan Humas. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.