Penelitian Eksistensi Tanah Ulayat di Mabar oleh LP2M Undana, ini Tujuannya

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Cendana (Undana) Kupang, melakukan penelitian tanah ulayat di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Salah satu peneliti dari LP2M Undana, Darius Mauritsius, SH, M.Hum, menyampaikan bahwa penelitian itu bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Outputnya nanti adalah peta digital dan akan diserahkan ke PUPR. Sekarang  pembangunan semakin gencar dilakukan namun persoalan yang dihadapi salah satunya adalah masalah tanah maka peta digital itu perlu ada,” kata Darius.

Senada disampaikan oleh Dr. Jefry S. Bale. “Hasil penelitian ini tentu kami ingin memberi data yang terkonfirmasi kepada Pemprov NTT melalui PUPR terkait eksistensi tanah ulayat di Manggarai Barat” kata Jefry.

“Kedua, kami ada wadah yang dibuat sebagai bentuk komunikasi bagi Pemda Mabar dan masyarakat untuk melakukan verifikasi atau perbaikan atau validasi terhadap kondisi tanah ulayat di Mabar. Wadah itu adalah peta digital,” kata Jefry.

Peta digital tetang tanah ulayat itu bisa dikonfirmasi oleh warga melalui camat atau tua golo.

Terkait penelitian tersebut, LP2M Undana menyelenggarakan seminar eksistensi tanah adat/tanah ulayat di Hotel Green Prundi Labuan Bajo, Jumat (8/10/2021).

Seminar tersebut dihadiri para camat di Mabar, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan beberapa Kepala Desa.

Camat Kuwus Frans Male, saat itu meminta LP2M agar memasukan juga wilayah kecamatannya sebagai lokasi penelitian.

Dia meminta agar dalam penelitian itu istilah Tua Golo dan Tua Adat tidak boleh dianggap sama karena keduanya punya peran berbeda.

“Saya berterima kasih kalau tim peneliti juga masuk ke wilayah saya untuk nantinya dijadikan peta. Kami berada di wilayah perbatasan kabupaten dan bersentuhan dengan tanah yang sangat luas dan itu ulayat,” kata Frans.

Tim penelitian dari LP2M Undana Kupang itu terdiri dari Dr. Umbu lily pekuwali, Dr. Simplexius  Asa, Dr. Jefry S. Bale, Bill Nope, SH, LLM, Darius Mauritsius, SH, M.Hum, Kristomus Boimau, Arfan Y. Mauko, dan Yossie M. Jacob. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.