Pemkab Harus Beri Dukungan Nyata kepada Kelompok Peduli ODGJ

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), harus memberi dukungan nyata kepada kelompok-kelompok atau pihak yang selama ini peduli berkarya menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di daerah itu.

Ketua Fraksi Partai Hati Nurani (Hanura) Mabar Pius Daru, menyampaikan itu kepada wartawan di Labuan Bajo, Minggu (26/9/2021).

“Kami melihat selama ini ada kelompok atau pihak-pihak yang bekerja memberikan kepedulian kepada ODGJ di tengah pasifnya perhatian pemerintah. Sehingga kami meminta Pemerintah Kabupaten Mabar untuk memberikan dukungan nyata kepada pihak-pihak yang selalu berkarya menangani ODGJ di daerah ini,” kata Pius.

Dia juga menyambut baik rencana pemerintah untuk menyiapkan secara khusus penanganan ODGJ di Puskesmas-Puskesmas.

“Tentu kami sangat mendukung rencana pemerintah untuk menyiapkan Puskesmas-Puskesmas di daerah ini dalam memberikan pelayanan medis kepada para ODGJ,” kata Pius yang juga sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Mabar.

Untuk diketahui, Pemkab Mabar sendiri sudah berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada ODGJ di daerah itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Mabar Yulianus Weng, menyampaikan bahwa pemerintah daerah segera membentuk tim untuk penanganan ODGJ.

Tim tersebut dibentuk mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa.
Selain itu, para relawan juga dilibatkan dalam upaya bersama penanganan ODGJ.

“Kami segera membentuk tim kabupaten sampai desa dan melibatkan relawan,” kata Wabup Yulianus yang akrab disapa Dokter Weng.

Para tenaga medis di setiap Puskesmas juga kata dia diberi pelatihan khusus untuk penanganan ODGJ.

Dengan pelatihan tersebut maka semua ODGJ bisa dilayani di setiap Puskesmas yang ada di Mabar.

“Sudah mulai ada pelatihan. Nanti juga latih kader atau relawan di tingkat desa, minimal dalam wilayah Puskesmas harus ada satu orang walaupun tidak di setiap desa,” kata Dokter Weng.

Para tenaga medis yang sudah mengikuti pelatihan tersebut tidak bisa pindah dalam kurun waktu 2 atau 3 tahun agar penanganan ODGJ dilakukan secara maksimal.

Selain itu para Dokter PTT yang selama ini bertugas di Puskesmas yang tersebar di wilayah Mabar juga diperpanjang untuk mendukung pelayanan kesehatan terhadap ODGJ.

Salah satu Puskesmas di setiap kecamatan direncanakan untuk menjadi selter yang khusus menangani ODGJ.

“Tidak menutup kemungkinan kami bagi zona supaya lebih mudah ditangani. ODGJ tidak bisa lepas tanpa perhatian pemerintah,” kata Yulianus.

Dia menambahkan, pemeritah berkomitmen agar pada tahun 2022 mendatang tidak ada lagi ODGJ yang dipasung.

Saat ini jumlah ODGJ di Mabar sebanyak 442 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 orangnya dipasung.

Dengan adanya pelatihan terhadap tenaga yang membantu penanganan ODGJ maka kebutuhan obat-obatan juga akan diatur secara baik, termasuk cara merencanakan obat. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.