Ini Jumlah Paket Proyek di Mabar dari Dana Pinjaman

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–Sejumlah paket proyek yang bersumber dari dana pinjaman sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) bersama DPRD setempat.

Dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2021, Pemkab sudah memasukan dana pinjaman Rp 250 miliar untuk tahap awal dari rencana pinjaman Rp 1 triliun.

Wakil Ketua DPRD Mabar Darius Angkur kepada wartawan menjelaskan bahwa dari dana pinjaman Rp 250 miliar itu akan digunakan untuk pembangunan 17 paket proyek yang tersebar di semua kecamatan.

“Ada 17 paket proyek yang dikerjakan dari dana pinjaman Rp 250 miliar itu. Semuanya untuk infrastruktur jalan. Dikerjakan mulai sekarang tahun 2021. DPRD bersama pemerintah sudah sepakat dalam APBD Perubahan makanya pakai tahun jamak 2021-2022. Nanti dalam prosesnya mulai 2021 dan berakhir 2022,” kata Darius.

Dia menambahkan, informasi dari pemerintah, proses tender terhadap 17 paket proyek itu dimulai Bulan Oktober 2021.

Satu kecamatan kata dia ada yang dapat 3 paket ruas jalan yang dikerjakan, semuanya hotmiks.

“Paket paling besar kalau tidak salah untuk ruas jalan Bambor-Werang sekitar Rp 20 miliar. Lalu Pertigaan Sambi Goro sebelum Datak menuju Wae Tesem perbatasan Manggarai kurang lebih Rp 15 miliar. Ada juga dari Pertigaan Golo Welu menuju perbatasan Nggawut Manggarai sekitar Rp 5 miliar. Pertigaan Momol, Waning menuju Macang Pacar diperkirakan di atas Rp 5 miliar,” kata Darius.

Ketua DPC PDI Perjuangan Mabar itu mengingatkan pemerintah agar semua pekerjaan paket proyek benar-benar berkualitas.

“Karena pekerjaan paket proyeknya Rp 5 miliar ke atas maka selayaknya harus PT. PT yang ada di Manggarai Barat ini bisa dihitung. Tentu pinjaman ini tujuan akhirnya adalah harus dinikmati oleh masyarakat. Maka pihak yang mengerjakannya harus yang berkelas, tuntutannya mutu pekerjaan. Semakin bagus mutu pekerjaan maka semakin lama dinikmati oleh masyarakat,” kata Darius.

Sebelumnya, Bupati Mabar Edistasius Endi, menyampaikan bahwa Pemkab mengajukan pinjaman dana sebanyak Rp 1 triliun untuk membiayai pembangunan infrastruktur di daerah itu.

Pinjaman tersebut bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yaitu melalui SMI.

Edistasius menjelaskan, dana Rp 1 triliun itu digunakan untuk pembangunan atau perbaikan 33 ruas jalan yang tersebar di 12 kecamatan di Mabar, dengan total Rp 940 miliar lebih.

Sisanya untuk pembangunan pelataran parkir agar menghindari parkir liar di badan jalan dan demi mengantisipasi kemacetan.

Selain itu juga digunakan untuk membangun ruko yang menjadi salah satu kebutuhan saat ini.

“Dana itu untuk 33 ruas jalan yang menyebar di 12 kecamatan. Sisanya untuk pelataran parkir dan ruko,” kata Edistasius, Rabu (2/6/2021) lalu. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.