Astaga, Salah Satu Pelaku Membawa Isteri saat Mencuri di Lembor

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–RDB (35) alias Daeng Tinggi alias Daeng Rola, warga Manggar, Desa Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kalimantan Timur dan BDN (48) alias Daeng Nangka, warga Jalan Bulu Saraung, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, dibekuk tim Jatanras Komodo Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Barat (Mabar).

Saat ke Flores, RDB mengajak istrinya, Komaliah (35), BDN, dan rekannya Dony (31) ke Labuan Bajo dengan alasan pesiar.

Tetapi ternyata, di balik itu, RDB dan BDN sudah berniat melakukan pencurian di wilayah Flores, NTT.

Pelaku RDB dan BDN dibekuk di dua tempat berbeda setelah melakukan pencurian uang milik pedagang Pasar Malawatar, Kecamatan Lembor, Kabupaten Mabar, NTT senilai Rp 30.000.000, Minggu (6/6/2021) pagi sekitar pukul 10.00 Wita.

BDN diamankan di ruang tunggu Bandara Komodo Labuan Bajo, Mabar, saat hendak melarikan diri ke Surabaya, Jawa Timur menggunakan jalur udara.

Dari BDN diperoleh informasi keberadaan RDB ternyata bersama istri dan satu rekannya sedang berupaya melarikan diri melalui Maumere, Kabupaten Sikka untuk selanjutnya menuju Kalimantan Timur melalui jalur laut.

Tim Jatanras Komodo berkoordinasi dengan Polres Sikka dan berhasil mengamankan RDB dan istri serta satu rekan lainnya.

Mereka dibekuk oleh tim Jatanras dipimpinan AIPTU Marianus Demon Hada, S.Sos., Rabu (9/6/2021) sore sekitar pukul 16.00 Wita.

Dalam kasus itu, turut diamankan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Mio yang diduga digunakan para pelaku menjalankan aksi kejahatan.

Selain itu ada satu unit handphone merk vivo Y12S warna biru yang dibeli dari hasil kejahatan. Uang Rp 500.000,- (hasil kejahatan). Satu buah ATM BNI dengan saldo Rp 3.400.000,- (uang hasil kejahatan).

Satu buah ATM BRI warna biru dengan saldo Rp 1.094.835 (uang hasil kejahatan). Satu buah ATM BRI warna hitam dengan saldo Rp 5.064.882,- (uang hasil kejahatan).

Ada juga dua lembar kertas rapid atas nama Rusli Daeng Beta dan Komaliah yang dibayar dari hasil kejahatan. Satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio JT nomor polisi L 5938 XU (untuk melakukan tindakan kejahatan).

Satu buah tas ransel kecil warna coklat milik korban, satu lembar kertas tiket yang dibeli dari hasil kejahatan serta satu buah gelang emas milik korban.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si. didampingi Kasat Reskrim IPTU Yoga Darma Susanto, S.Tr.K. menyampaikan itu saat konferensi pers di Mapolres Manggarai Barat, Rabu (16/6/2021).

“Mereka memiliki modus operasi, mereka rencana dulu sebelum beraksi. Mereka ada empat orang, masing-masing memiliki peran. Dari apa yang mereka lakukan itu berhasil mengambil barang milik korban, total kerugian Rp 30 juta, uang tunai. Ada satu buah gelang emas korban dan handphone mereka kuasai. Pelaku sudah spesialis,” kata AKBP Bambang.

Dijelaskannya, pelaku datang ke Mabar untuk mencuri dengan modus mengamati korban.

Disampaikan bahwa berdasarkan Laporan Polisi dengan nomor LP/41/Vl/2021/Sektor Lembor tanggal 06 Juni 2021, kedua pelaku melakukan aksi pencurian tas milik Siti Sarinah, pedagang Pasar Malawatar, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat yang berisi uang senilai Rp 30.000.000,-, satu buah gelang emas, satu unit handphone dan dua buah cincin emas.

Pelaku berpura–pura belanja guna mengalihkan perhatian korban.

Setelah berhasil mengambil tas korban, para pelaku langsung melarikan diri. Korban pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Lembor, Polres Manggarai Barat.

Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya para pelaku berhasil diamankan.

Kasus ini langsung dikembangkan, karena diduga para pelaku merupakan sindikat pencurian yang biasa beroperasi di wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan NTT.

Dalam aksi pencuriannya di Lembor, mereka memarkirkan mobil dan mencari ojek dengan tujuan mencuri tetapi karena tidak mendapat sepeda motor ojek, kedua pelaku berpura–pura membeli sepeda motor bekas yang ada di Malawatar, Kecamatan Lembor, Mabar.

Setelah tawar menawar dan sepakat harga Rp 8.000.000,-, RDB beralasan ke pemilik sepeda motor tersebut bahwa ia mau mencoba sepeda motor itu.

Agar tidak dicurigai pemilik sepeda motor, BDN menunggu di tempat penjual sepeda motor sambil bercerita mengelabui pemilik motor dan menunggu RDB kembali. RDB mencoba sepeda motor tersebut dan menuju ke arah pasar.

Di Pasar Malawatar, RDB melihat tas ransel warna coklat di salah satu lapak milik korban yang digantung di kayu dan keadaan pasar saat itu dalam kondisi ramai.

RDB langsung ke lapak milik korban dan berpura–pura membeli buah semangka. RDB menyuruh korban memotong buah semangka.

Di saat korban fokus memotong buah semangka, pelaku langsung mengambil tas milik korban dan langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

RDB kembali ke tempat penjualan sepeda motor dan bertemu dengan BDN lalu kedua pelaku menyampaikan kepada pemilik motor bahwa tidak jadi membeli sepeda motor.

Kedua pelaku dengan mobil kembali menjemput Dony (31) dan Komaliah (35) dan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Kabupaten Mabar.
Mereka menginap di salah satu rumah kos di kota Labuan Bajo.

Hasil kejahatan itu mereka bagi dengan jumlah masing–masing BDN Rp 9.000.000,- dan RDB Rp 21.000.000,-.

Atas perbuatan tersebut, para pelaku kini disangkakan pasal 362 KUHP junto pasal 56 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati–hati dan waspada agar terhindar dari tindakan kejahatan,” kata Kapolres AKBP Bambang. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.