Perusahan di Labuan Bajo Bersedia Naikan Upah Karyawan, Ini Syaratnya

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–Manajemen perusahan di Labuan Bajo, baik swasta, korporasi, maupun BUMN, bersedia menaikan gaji karyawan atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) terhadap para pekerjanya dengan syarat keahlian atau skill tenaga kerja harus sesuai kebutuhan.

Hal itu diketahui saat Federasi Serikat Buruh Indonesia di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah manajemen perusahan swasta, korporasi, serta BUMN di daerah itu selama sepekan terakhir.

Demikian yang disampaikan oleh salah satu pengurus Federasi Serikat Buruh Indonesia di Mabar Ladis Jeharum, kepada KLIKLABUANBAJO.ID.

“Pihak manajemen justru tidak keberatan dengan kenaikan itu jika pekerja mengimbangi diri mereka dengan skill yang dibutuhkan manajemen,” kata Ladis.

Dia menjelaskan, ada keinginan agar Upah Minimum Provinsi (UMP) dinaikan dari Rp 1.950.000, menjadi Rp 3.000.000, yakni Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Mengingat Mabar adalah daerah pariwisata super premium sehingga harus dihitung secara khusus, sesuai dengan hitung-hitungan ekonomi mikro dan makro kota Labuan Bajo,” kata Ladis.

Salah satu cara yang dilakukan oleh manajemen perusahan di daerah itu selama ini untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja yakni dengan pelatihan-pelatihan.

“Dalam satu minggu terakhir kami menemui manajemen beberapa perusahan swasta, korporasi, dan BUMN untuk berdiskusi terkait penyerapan tenaga kerja lokal, upah tenaga kerja, BPJS, dan lainnya. Ada kendala yang dialami perusahan-perusahan, yaitu skill dan inovasi tenaga kerja kita masih kurang,” kata Ladis.

Dia menambahkan, tamatan-tamatan sekolah kejuruan di Mabar belum bisa dijadikan rujukan paten untuk menjadi tenaga kerja langsung pakai.

“Oleh karena itu saya mengusulkan supaya alokasikan 10 sampai 20 persen dana pinjaman pemerintah untuk Balai Latihan Kerja atau BLK, ini dengan asumsi dana pinjaman pemerintah itu ada,” kata Ladis.

Dukungan dana untuk BLK kata dia demi meningkatkan keahlian tenaga kerja menjadi lebih profesional.

“Pada bidang perhotelan, perbengkelan, juga usaha kuliner dan kreatifitas lainnya sesuai dengan kebutuhan pariwisata super premium,” kata Ladis.

Dana itu juga kata dia bisa dijadikan sebagai bantuan modal bagi tenaga kerja yang berniat mendirikan UMKM ketika selesai dari BLK. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.