Bisnis Tanaman Hias di Labuan Bajo Dapat Rp 50 Juta Sebulan

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–Bisnis tanaman hias di Labuan Bajo punya peluang tersendiri, dalam sebulan bisa menghasilkan uang Rp 50 juta.

Penjual tanaman hias di Gorontalo Labuan Bajo yaitu di Toko Tanaman Hias dan Buah Labuan Bajo, Indra, menyampaikan itu saat ditemui KLIKLABUANBAJO.ID di tempat usahanya, Selasa (4/5/2021) sore.

Disampaikannya, pendapatan Rp 50 juta itu diperoleh bila banyak permintaan dari hotel atau restoran, termasuk pekerjaan taman di hotel atau restoran di Labuan Bajo, terutama sebelum pandemi Covid-19.

“Sebelum pandemi, pendapatan per bulan berkisar antara Rp 15 juta sampai Rp 50 juta tetapi itu angka kotor. Tergantung permintaan atau skala taman karena kadang kami mendapat proyek taman. Kami buat desain tamannya dan kami yang siapkan tanamannya serta kami sendiri juga yang tanam,” kata Indra yang menggeluti bisnis tanaman hias bersama ayahnya.

Sebelum pandemi Covid-19 hingga saat-saat awal pandemi kata dia, bisnis tanaman hiasnya cukup laris, puncaknya pada Bulan April hingga Mei 2020 lalu.

Bisnisnya itu mulai agak sepi sejak Januari 2021.

“Sekarang pendapatan per bulan berkisar di angka Rp 10 juta,” kata Indra.

Dia menuturkan, harga tanaman hias yang paling mahal dijualnya saat ini Rp 25 juta per pohon, yaitu Bunga Adenium Socrotanum dari Rusia.

Harga tanaman hias paling murah Rp 5.000, salah satunya Ruwelia yang tingginya sekitar 30 centi meter.

Mahal atau murahnya tanaman hias itu kata dia, salah satunya tergantung harga beli saat pihaknya mendapatkan bibit atau anakan, juga tergantung ukuran tinggi dan besarnya batang tanaman.

“Harga yang paling mahal Rp 25 juta, Adenium Socrotanum. Kalau anakannya ada yang harga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,” kata Indra.

Tanaman hiasnya itu ada yang bibitnya diperoleh dari Jawa Timur tetapi ada juga yang dapat di Flores.

Dia menjelaskan, selain hotel dan restoran, para pembeli tanaman hiasnya itu dari kantor-kantor atau pegawai kantor. Namun akhir-akhir ini banyak ibu rumah tangga.

“Kalau ibu-ibu suka tanaman hias yang ada bunganya atau daunnya bagus. Kalau kantor lebih banyak pesan tanaman pohon untuk penghijauan. Kalau hotel dan restoran paling banyak tanaman untuk di dalam ruangan,” kata Indra.

Menggeluti bisnis tanaman hias kata dia karena ayahnya dulu bekerja di salah satu hotel terbesar di Labuan Bajo bagian taman.

Sejak 10 tahun lalu mereka menggeluti bisnis itu dan berangsur-angsur mendapat reaksi positif dari pasar.

Indra sendiri sudah menyelesaikan kuliahnya tahun 2017 lalu Jurusan Sosial Politik di salah satu universitas di Solo.

“Saat ini kami dibantu oleh karyawan tetap 4 orang tetapi kalau banyak pekerjaan atau proyek, karyawan bisa sampai 20 orang. Banyak tenaga tidak tetap,” tutur Indra.

Tanaman hias yang dijualnya antara lain, kaktus tanpa duri, palem, bougenvil, palem kuning, regu, aglonema, pucuk merah, tabebuya, flamboyan, andong, sente hitam yang mirip tanaman keladi hitam atau ungu, serta jenis-jenis lainnya.

Harga tanaman hias itu berbeda-beda hingga jutaan rupiah.

Selain tanaman hias, pihaknya juga menjual tanaman buah seperti anakan mangga, jeruk, rambutan, sawo, kedondong, nangka, belimbing, jeruk purut dan tanaman buah lainnya.

“Sekarang juga banyak laku media tanam yang kami racik dari tanah humus, sekam bakar dicampur kotoran sapi atau kambing. Harganya Rp 15 ribu satu karung kecil dan Rp 30 ribu karung besar. Kami juga jual obat-obatan khusus untuk tanaman hias dan Pupuk NPK,” kata Indra.

Tempat usahanya itu terletak di bagian kanan dari arah Labuan Bajo, sebelum Jayakarta Hotel. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.