Istimewa, Groundbreaking Mawatu Labuan Bajo Hadir 2 Gubernur, Menteri dan Bupati

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–Acara peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek pembangunan Mawatu Labuan Bajo dihadiri oleh para pejabat, baik pusat maupun daerah, Jumat (30/4/2021) di Pantai Utara Labuan Bajo, setelah Theodor Hotel dari arah Silvia, ruas jalan utara.

Hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

Selain menteri, hadir juga dua orang gubernur, yaitu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Gubernur NTB
Zulkieflimansyah.

Bupati Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi dan Wakil Bupati Yulianus Weng juga hadir.

Turut hadir mantan bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Para petinggi dari manajemen Mawatu juga hadir saat itu.

Direktur Mawatu Johan Yudha Santoso, memaparkan secara singkat proyek pembangunan mix-use tourism development seluas kurang lebih 12 hektar itu dengan konsep kawasan wisata terpadu di pinggir pantai utara Labuan Bajo.

“Kawasan wisata terpadu Mawatu, sebuah konsep pusat kota yang didesain dengan tema pedesaan. Seperti rumah di pedesaan dibangun secara terpadu. Pusat kota menjadi pusat pariwisata, mulai dari berbelanja, restoran, makanan kuliner, aktifitas perbankan, akomodasi serta hunian di lokasi ini. Dari pagi sampai malam bisa aktifitas, ada interaksi budaya,” kata Johan.

Di lokasi itu kata dia, akan dibangun alun-alun di tepi pantai berkapasitas 2.000 orang.

Dibangun juga pusat komersial terpadu. Outlet-outlet atau toko-toko dengan konsep pedesaan.

“Di pinggir jalan bisa perbankan, kantor pos dan beberapa restoran. Di bagian bawah bisa bangun pusat belanja dan pusat hiburan lain,” kata Johan.

Sedangkan di tempat acara groundbreaking itu kata dia, dibangun hotel bintang lima. Di sampingnya juga dibangun hotel bintang empat dengan mengedepankan konsep life style.

“Di bawah itu juga ada genangan, air yang masuk, rembesan. Akan dibuat kolam. Di tengahnya bangun rumah panggung panjang, menjadi butik. Di belakangnya ada mangrove untuk konservasi. Lalu ada vila di atas air. Di kelilingnya ada vila. Di sana ada tempat rekreasi sehari-hari,” kata Johan.

“Ini akan menjadi tempat terpadu untuk pengembangan industri penunjang pariwisata,” kata Johan.

Sementara itu Menteri Bappenas Suharso, mengingatkan pihak Mawatu agar hati-hati dengan mangrove, tanaman itu harus dipelihara dengan baik.

“Saya titip mangrovenya, jangan dirusak. Kalau mau dikembangkan wah hebat sekali. Biasanya kalau ada kehidupan dia suka kalah. Ini penting karena kekayaan alam di sini nilainya besar,” kata Suharso.

Dia juga meminta pihak Mawatu harus memperhatikan masyarakat setempat.

“Saya titip saudara-saudara saya di wilayah ini untuk mereka diperhatikan di pembangunan ini. Jadi kalau diperlukan mengapa tidak. Kalau ada generasi mudah di sini bisa disekolahkan perhotelan, life skill dan seterusnya, alangkah baiknya,” kata Suharso.

Dukungan terhadap pembangunan di lokasi itu, disampaikan oleh Gubernur NTT Viktor dan Bupati Mabar Edistasius.

“Terimakasih kepada Group Mawatu yang berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata di NTT. Saya berdoa untuk seluruh program di tempat ini bisa berjalan dengan baik,” kata Viktor.

Hal senada disampaikan Edistasius.

“Kami menyambut dengan suka cita atas niat dan kemauan dari manajemen Mawatu untuk mendirikan tempat usaha di tempat ini. Harapannya mengangkat perekonomian rakyat,” kata Edistasius. (tin)

Satu tanggapan untuk “Istimewa, Groundbreaking Mawatu Labuan Bajo Hadir 2 Gubernur, Menteri dan Bupati

  • April 30, 2021 pada 12:16 pm
    Permalink

    Wah hebat…super super….semoga segera terlaksana ….maka anak2 yang masih nganggur dan punya kemampuan bisa di pekerjakan disini kelak🙏🙏🙏 terimakasih group Mawatu

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.