Awalnya Buruh Kasar, Pria Satar Mese ini Dapat Rp 1 M dari Usahanya

KLIKLABUANBAJO.ID| LABUAN BAJO–Pria asal Todo, Satar Mese, Kabupaten Manggarai ini meninggalkan kampung halamannya saat dia berusia 14 tahun.

Dia menuju Labuan Bajo tahun 2004 silam setelah tidak melanjutkan sekolahnya. Sebelumnya dia sekolah di SDI Kembur Satar Mese sampai kelas 4.

Saat itu dia memilih mencari pekerjaan ke Labuan Bajo setelah merasa bosan menjaga kebun ketika tidak bersekolah lagi.

Tiba di Labuan Bajo dia tidak diterima saat hendak bekerja di salah satu bengkel kayu, lalu dia melamar untuk bekerja di toko, tetap tidak diterima dengan alasan usianya belum cukup.

Dengan berbagai cara dia akhirnya bisa bekerja di bengkel kayu tadi menjadi buruh kasar walaupun upahnya baru diterima setelah 9 bulan bekerja.

Dia digaji Rp 150 ribu per bulan, lalu naik menjadi Rp 400 ribu dan naik lagi Rp 1,5 juta per bulan.

Selanjutnya dia pergi merantau ke Jogja tahun 2013.

Dua tahun kemudian, dia kembali lagi ke Labuan Bajo, bekerja di bengkel kayu tempat dia bekerja sebelumnya dengan gaji Rp 2 juta per bulan.

Karena merasa gajinya tidak cukup, dia keluar dari tempat kerjanya dan mencoba membuka bengkel sendiri.

Melewati berbagai rintangan termasuk utang, dia akhirnya bisa mewujudkan mimpinya memiliki bengkel kayu sendiri.

Dari usahanya itu dia pernah diberi uang Rp 1 M untuk menyelesaikan pekerjaan kosen dan mebel serta semua yang berkaitan dengan tukang kayu dalam pembangunan gereja.

Selain itu dia juga dipercayakan dalam pembangunan beberapa hotel di Labuan Bajo untuk menangani pekerjaan mebel dan semua yang berkaitan dengan tukang kayu, dengan dana yang bervariasi, ada yang Rp 120 juta, Rp 300 juta, dan Rp 600 juta.

Beberapa paket pekerjaan dari pemerintah juga dipercayakan kepadanya, terutama untuk pekerjaan mebel seperti lemari kantor, meja atau kursi kantor.

Dari usahanya itu, kini dia mendapat keuntungan bersih setiap bulan antara Rp 15 juta sampai Rp 40 juta, tergantung jenis pekerjaan yang dipercayakan.

Dalam menjalankan usahanya itu, dia mempekerjakan 8 orang karyawan.

“Saya hanya sampai kelas empat SD. Lalu ke Labuan Bajo jadi buruh kasar. Saya mencoba belajar dan terus belajar untuk menjadi tukang kayu di bengkel. Itu karena saya hobi dan suka bekerja untuk mengukir. Kami bukan keturunan tukang kayu tetapi saya hobinya di situ,” turur Ronal, saat ditemui KLIKLABUANBAJO. ID di tempat usahanya di Batu Susun Labuan Bajo, Selasa (20/4/2021) malam.

Ronal adalah anak pertama dari pasangan Bapak Herman Gantu dan Mama Levita Jehunur.

Ronal bersama isteri tercinta Apolonia Daud asal Golo Welu, sudah dikarunia 3 orang anak.

Kini keluarga kecil itu makin serius mengelola tempat usaha mereka yang bernama Ronal Mebel.

Dari usahanya itu mereka sudah membeli mobil, sepeda motor dan beberapa bidang tanah di Labuan Bajo dan di kampung. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.