Nama-Nama Petani Muda NTT yang Lulus Magang ke Jepang

LABUAN BAJO, KL–Sebanyak 30 orang petani muda NTT dinyatakan lulus hasil seleksi administrasi, wawancara, tes IQ, dan fisik atau kebugaran untuk magang kerja ke Jepang.

Namun 30 orang tersebut masih harus menjalani pelatihan terlebih dahulu, termasuk latih Bahasa Jepang sebelum berangkat.

30 orang itu merupakan peserta yang lulus dari jumlah total peserta yang mengikuti tes sebanyak 171 orang.

Selain 30 orang itu, terdapat 5 orang lainnya yang dinyatakan sebagai cadangan.

“Kami dapat informasi ini setelah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan atau BBPP Kupang. Selanjutnya 30 orang itu mengikuti magang bahasa dan budaya Jepang selama 75 hari, dari 30 Maret sampai 12 Juni 2021, setelah itu baru berangkat ke Jepang,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Ney Asmon, kepada KLIK LABUAN BAJO. ID, Rabu (24/3/2021).

30 orang yang lulus itu, yakni

1). Kota Kupang: Kartika Michele Nalle.

2). Sumba Timur: Arwadi K.L. Langga.

3). Kota Kupang: Stefanus Triadmaja.

4). Nagekeo: Arya Marianzo Carlos Putra.

5). Lembata: Maria Gusmao.

6). Kabupaten Kupang: Viana Yuditia Simarmata.

7). Rote Ndao: Tubel Deson Ndeo.

8). Kapten Indonesia NTT: Petrus Christologus.

9). Kota Kupang: Harland Fajar Septian Duo Banik.

10). Kota Kupang: Jullyana Marya Kely.

11). Kabupaten Kupang: Beatris Jonasti Bano Riwu.

12). Kabupaten Kupang: Riky Ramli Suek.

13). Kabupaten Kupang: Irsanky Gabriel Poa.

14). Kota Kupang: Yusakh Jhondaris Daik.

15). Kabupaten Kupang: Yulius Law.

16). Manggarai Barat: Hugolinus Joeventus Basri Pangkur.

17). Timur Tengah Selatan: Putry Sae.

18). Sumba Tengah: Gracewaty Rambu Kareri Hara.

19). Kota Kupang: Welem Otemusu.

20). Sumba Timur: Cristhine Marisa Loniwila.

21). Kota Kupang: Yoseph Benediktus Zoo Killa.

22). Kabupaten Kupang: Margari Maria Fatima Seran.

23). Kota Kupang: Lenci Selma Dethan.

24). Sikka: Agustina Dirgahayu Chandra.

25). Sumba Timur: Stepanus Anamatalu.

26). Kota Kupang: Riswandi Rahman.

27). Sikka: Cornelia Ayuniarti Gadu.

28). Manggarai: Emanuel G. Harum.

29). Flores Timur: Viktorianus Suban Hokon.

30). Belu: Agustinus Taek.

Cadangan :

31). Kabupaten Kupang: Muh. Fauzan.

32). Lembata: Antonius Dwi Kristiadi.

33). Kota Kupang: Alexander Perwira Daik.

34). Kabupaten Kupang: Geslaus Sago.

35). Manggarai Timur: Agustinus Handresmin.

Catatan dari panitia yang wajib diperhatikan oleh peserta:

1). Pelaksanaan magang bahasa dan budaya Jepang dilaksanakan di BBPP Kupang selama 75 hari full mulai tanggal 30 Maret 2021 sampai 12 Juni 2021. Pemberitahuan lebih lanjut berkaitan dengan persyaratan akan disampaikan melalui surat.

2). Jika peserta mengundurkan diri ditengah-tengah pelaksanaan magang, dinyatakan gagal dan wajib mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan.

3). Peserta yang lulus wajib konfirmasi kesanggupan mengikuti magang bahasa dan budaya jepang ke panitia (cq. Bayu Ariawan 081339375670) paling lambat Rabu, 24 Maret 2021 pukul 12.00 WITA. Jika tidak konfirmasi maka peserta dianggap gagal dan digantikan cadangan.

4). Pada saat mengikuti magang peserta harus sudah membawa Surat Keterangan Medical Cek Up (MCU) dari Rumah Sakit dan dinyatakan sehat. Jika hasil dinyatakan tidak sehat maka dinyatakan gagal dan digantikan cadangan.

5). Pada saat rapid tes antigen jika calon peserta terkonfirmasi positif covid-19 maka dianggap gagal dan digantikan cadangan.

Sebelumnya diberitakan, Provinsi NTT mendapat kuota 30 orang pemuda-pemudi untuk magang kerja di Jepang tahun 2021 ini selama 2 hingga 3 tahun.

Mereka merupakan petani yang bisa bekerja di sektor pertanian, peternakan, serta perikanan dan akan digaji selama berada di Jepang.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Drh Bambang Haryanto, menyampaikan itu kepada wartawan di Labuan Bajo.

Dia menjelaskan, pendaftaran secara online sudah dilakukan dan jumlah peminatnya sebanyak 171 orang.

Disampaikannya, sebelum ke Jepang, para peserta dibekali oleh keterampilan baik bahasa maupun hal tekhnis di bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan.

“Mereka dikirim ke Jepang dengan klasifikasi tenaga kerja. Tentu ada proses seleksi, mulai dari administrasi. Seperti ijazah, KTP dan sebagainya. Usia antara 19 sampai 39 tahun. Lalu tes kecerdasan harus punya skor minimal 90. Kenapa diadakan tes karena nanti dalam waktu 75 hari dilatih dengan Bahasa Jepang,” kata Bambang.

Dia menambahkan, para peserta juga dilakukan tes fisik.

“Tes fisik karena nanti dikirim ke negara orang sehingga jangan sampai mempunyai penyakit atau fisik kurang memadai. Di sana dituntut kemandirian. Selain itu juga ada tes wawancara,” kata Bambang.

Tes wawancara kata dia untuk mengetahui motivasi dari para peserta.

Setelah pulang dari Jepang, para peserta diharapkan menjadi pelopor pertanian, peternakan, dan perikanan di NTT.

“Mereka bekerja di Jepang antara dua sampai tiga tahun. Di sana digaji. Jadi, mereka menjadi pegawai profesional,” kata Bambang.(lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.