7 Ruas Jalan Baru Dikerjakan Pemkab Mabar

LABUAN BAJO, KL–Ada 7 ruas jalan baru yang saat ini mulai dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) di kota Labuan Bajo.

Ruas jalan baru di ibu kota Kabupaten Mabar itu diprioritaskan demi menyelesaikan masalah kemacetan yang sudah mulai terasa, seperti di ruas jalan Kampung Ujung, Kampung Tengah, hingga pertigaan Pantai Pede serta beberapa ruas lainnya.

Selain itu, pembukaan ruas jalan baru diharapkan bisa memperbanyak pertumbuhan UMKM serta mengantisipasi “penumpukan” kawasan huni warga.

Ketujuh ruas jalan itu yakni depan Kantor Bupati Mabar menuju ruas jalan arah Bandara Komodo, ruas jalan Wae Mata menuju Lancang, ruas jalan depan Bappeda menuju Wae Nahi, ruas jalan Kaper menuju Gorontalo.

Ruas jalan depan gerbang SMAK Loyola menuju Rujab Bupati, ruas jalan Wae Mata menuju Gang Pengadilan, dan menyelesaikan pekerjaan ruas jalan samping KPUD Mabar menuju Kantor Bupati.

Berkaitan dengan hal itu, Bupati Mabar Edistasius Endi dan Wakil Bupati Yulianus Weng, menemui sejumlah pihak dan membangun komunikasi demi kelancaran pekerjaan ruas jalan itu.

Pada Hari Senin (15/3/2021), Bupati dan Wakil Bupati Mabar mengunjungi kongregasi SVD Labuan Bajo di kompleks SMAK Santu Ignatius Loyola.

Keduanya berdiskusi dengan beberapa orang Imam Katolik dan meminta restu dari konggregasi tersebut, karena tanah milik SVD turut dilewati oleh ruas jalan baru itu.

“Hampir semua ruas jalan yang akan dibangun, melewati tanah milik SVD. Karena itu, dari lubuk hati yang paling dalam saya meminta dukungan dari keluarga besar SVD agar merelakan tanah untuk pembukaan jalan baru demi kemajuan Labuan Bajo,” kata Bupati Edistasius di Rumah Komunitas SVD Labuan Bajo Senin itu.

Dia juga menjelaskan, salah satu tujuan pembangunan ruas jalan baru adalah untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di destinasi super premium itu.

“Mohon agar kami dituntun, kami punya mimpi untuk membuka banyak jalan supaya tidak ada kemacetan di kota ini,” kata Edistasius.

Edi menyampaikan, dia adalah salah satu yang dibesarkan di lingkungan SMAK Loyola Labuan Bajo.

“Saya dibesarkan di tempat ini. Tempat ini telah membentuk karakter saya. Tempat ini merupakan rumah kedua saya, rumah kita bersama untuk menjawab soal,” kata Edistasius.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh para gurunya dulu di sekolah itu tentang Labuan Bajo, kini telah terbukti.

“Tahun 1988 saat saya sekolah di sini, pater dan guru-guru saya mengatakan bahwa Labuan Bajo akan berkembang dengan cepat. Apa yang disampaikan kala itu, kini terjawab. Labuan Bajo hari ini, sudah semakin maju bahkan menjadi kota pariwisata super premium,” kata Edistasius.

Disampaikannya, butuh dukungan dari semua pihak untuk pembangunan ruas jalan baru, terutama dukungan pemilik lahan.

Pada kesempatan itu, Pater Rektor Komunitas SVD Labuan Bajo Hironimus Aron, SVD, mengapresiasi pendekatan budaya yang dilakukan Bupati Edistasius.

“Karena saya orang Manggarai, saya tidak bisa banyak berkomentar mendengar Pak Bupati menyampaikan niat dengan budaya Manggarai. Tegi nai ngalis, tuka ngengga (permohonan dari lubuk hati) yang disampaikan Pak Edi sulit untuk kami tolak,” kata Pater Hironimus Aron, SVD.

Selain itu, Pater Rektor juga berharap agar Bupati Edistasius menemui pimpinan mereka di Ruteng.

“Pak Bupati, kami sudah menyampaikan kegiatan ini kepada pimpinan kami di Ruteng. Sedianya mereka hadir, tetapi semua sedang berhalangan. Mohon Bapak Bupati juga mengunjungi mereka di Ruteng,” kata Pater Rektor.

Selain itu Pater berharap agar pihak SVD juga dilibatkan saat pengerjaan ruas jalan di lahan milik mereka.

“Tolong Pak Bupati, kalau dikerjakan kami dilibatkan,” kata Pater Hironimus.

Selain bupati dan wakil bupati bersama para imam, hadir juga saat itu Ketua DPRD Mabar Martinus Mitar, Wakil Ketua DPRD Darius Angkur dan Marsel Jeramun, Kepala Bappeda Mabar Hans Sodo, dan Kepala Badan Keuangan Salvador Pinto. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.