Siswa-siswi di Labuan Bajo Diajak Tolak Politik Uang

LABUAN BAJO, KL–Sekitar 60 orang siswa-siswi SMA dan SMK di Labuan Bajo mengikuti sosialisasi kerja sama pengembangan pengawasan partisipatif, Jumat (4/12/2020) sore di Hotel Prundi Labuan Bajo.

Puluhan siswa-siswi itu diajak untuk berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), 9 Desember 2020 mendatang agar dilaksanakan sesuai dengan aturan.

Kegiatan sosialisasi itu diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mabar.

Ketua Bawaslu Mabar Simeon Sofan Sofian, saat itu selain mengajak untuk ikut mengawasi Pilkada, juga mengajak pemilih pemula itu untuk menolak politik uang.

“Kami punya kewajiban untuk memberitahu atau menyampaikan agar adik-adik sekalian secara sadar dan mandiri harus bisa menentukan pilihannya dan menolak politik uang. Jangan sampai ada tim sukses yang menilai gampang mempengaruhi pemilih pemula hanya dengan uang saja. Misalnya Rp 100 ribu, berarti satu tahun Rp 20 ribu. Kalau dibagi per bulan malah lebih besar uang jajan kalian. Jangan gadaikan pilihan dengan uang. Jauhkan godaan untuk menerima uang. Kita harus sama- sama memerangi politik uang karena itu adalah cara kotor yang tidak bermartabat,” kata Simeon saat membuka acara.

Kepada KLIK LABUAN BAJO. ID sebelum acara sosialisasi itu, Simeon menyampaikan bahwa selain diajak untuk ikut mengawasi Pilkada, para pemilih pemula itu juga diajak untuk ikut menggunakan haknya, memilih.

“Siswa-siswi ini merupakan pemilih pemula, mereka perlu mengambil bagian dalam melakukan pengawasan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Selain itu juga mereka diajak agar menggunakan haknya untuk memilih saat Pilkada,” kata Simeon.

Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Adrianus Tahu, dijelaskan bahwa keterlibatan pemilih pemula dalam pengawasan sangat penting untuk meminimalisir pelanggaran.

“Untuk meminimalisir pelanggaran pemilu, perlu partisipasi masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang bisa melakukan itu adalah pemilih pemula yang hadir saat ini,” kata Adrianus.

Pihaknya menilai, para pemilih pemula tersebut belum terpengaruh oleh kepentingan politik praktis.

Demikian juga disampaikan panitia pelaksana Benediktus Betong.

“Mereka merupakan utusan dari beberapa sekolah, antara lain SMAN 1, SMK Stela Maris, SMKN, SMAK,” kata Benediktus.

Ada tiga nara sumber dalam sosialisasi itu, yakni Romo Silvi Mongko, Kris Bheda Somerpes dari KPU Mabar dan Ketua Bawaslu Mabar Simeon Sofan Sofian. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.