Atasi Kesulitan Air pada Lahan Pertanian Mabar, Sumur Bor dan Embung jadi Solusi

LABUAN BAJO, KL–Lahan potensial pertanian di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), masih banyak yang belum digarap secara maksimal karena kesulitan air, salah satunya adalah areal persawahan.

Persoalan itu menjadi salah satu perhatian serius dari Pasangan Calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mabar, Edistasius Endi – Yulianus Weng (Edi Weng).

Paslon Edi Weng telah menyiapkan program pertanian berbasis zonasi dengan penerapan teknologi, salah satunya menghadirkan solusi bagi lahan yang kesulitan air.

Solusi tersebut yakni pembuatan sumur bor dan pembangunan embung pertanian.

“Kami sangat berkomitmen untuk mengurus sektor pertanian di Manggarai Barat ini berbasis zonasi. Termasuk memperhatikan secara serius masalah kesulitan air pada lahan potensial,” kata Edistasius.

Khusus untuk lahan pertanian potensial terutama areal persawahan yang kesulitan air, dalam programnya Paslon ini akan membuat sumur bor atau membangun embung.

Perhatian terhadap pertanian juga diwujudkan oleh Edi Weng melalui Mesin Pintar Padi.

Mesin ini bisa membuat petani lebih gampang bekerja, cepat dan hemat atau tidak boros.

Demikian juga terkait pupuk subsidi, alat pertanian dan pelatihan-pelatihan untuk para petani, turut menjadi perhatian penuh oleh Edi Weng.

Pupuk subsidi harus selalu ada dan hadir setiap kali dibutuhkan para petani.

Begitu juga dengan alat-alat pertanian menjadi salah satu fokus perhatian, sama halnya dengan pelatihan-pelatihan untuk para petani, harus intens dilakukan.

Penyemprotan tanaman terutama padi dilakukan melalui drone, memberi kemudahan bagi petani karena waktu yang digunakan untuk menyemprot tanaman tidak lama, lebih singkat dan efisien.

Edi Weng akan membagi empat zonasi atau klaster pertanian Mabar untuk dikembangkan dan diperhatikan sungguh-sungguh.

Keempatnya, yaitu zona persawahan, zona perkebunan, zona hortikultura atau sayur dan buah, serta zona peternakan.

Tujuan zonasi itu yakni pertama, menerapkan secara efektif dan efisien pelayanan pemerintah terhadap masyarakat Mabar untuk merangsang pertumbuhan ekonomi 5,5% menjadi 6%.

Kedua, mempermudah pengelolaan fiskal, substitusi dan mobilisasi barang dan jasa antar dan dalam wilayah zona demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 17% – 20% terhadap APBD.

Ketiga, melakukan pengawasan secara intensif pembangunan infrastruktur vital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi antar dan dalam wilayah klaster.

Keempat, meningkatkan kontribusi sektor pertanian, perkebunan & peternakan dari 41% menjadi 45% terhadap PDRB. (lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.