Meretas Jalan Baru Bagi Generasi Muda Manggarai Barat

Sebuah Catatan Reflektif Tentang Kedekatan Pak Edistasius Endi, SE (calon bupati Mabar) dengan Generasi Muda.

Oleh Siprianus Jemalur,
Awarde LPDP 2015 dan Peserta Short Course Australia Award Indonesia on Sustainable Tourism, Australia 2019.

Dengan tidak mengesampingkan tingkat kedekatan pasangan calon lain terhadap anak-anak muda di Manggarai Barat, Pak Edistasius Endi, SE atau yang akrab disapa Edi Endi merupakan salah satu figur yang sangat dekat dengan kelompok generasi muda.

Kedekatan ini termanifestasi dalam berbagai bentuk dan cara seperti cara beliau berinteraksi, berkomunikasi, bergaul, berdiskusi, bercanda dan sebagainya.

Relasi yang dekat dengan kelompok generasi muda ini tentu merupakan hal yang sangat penting dan strategis karena generasi muda ini merupakan salah elemen penting dalam proses pembangunan Manggarai Barat yang maju, mandiri dan tangguh ke depan.

Karena itu, predikat yang umumnya dilekatkan kepada generasi muda sebagai agen penting dalam proses perubahan sosial kemasyarakatan (social change makers) bagi masyarakat tentu sangatlah tepat.

Sebagai representasi generasi muda, relasi yang dekat antara Pak Edi dengan kelompok generasi muda ini tentu bukan hanya sebatas relasi yang formalistis tetapi lebih dari itu adalah sebuah relasi yang memberdayakan (empowerment).

Konsisten dengan model relasi seperti itu, maka generasi muda yang masih ‘tertidur’ perlu dibangunkan dari kelelapannya, generasi muda yang masih berjuang atau bergulat perlu didukung dan difasilitasi perjuangannya serta dibangun optimismenya untuk mengembangkan potensi terbaik mereka demi masa depan mereka yang lebih baik dan pada gilirannya tentu berkontribusi pada pembangunan Manggarai Barat yang lebih maju, sejahtera dan mantap dalam berbagai sektor kehidupan.

Generasi muda Manggarai Barat tentu bukanlah sebuah komunitas yang homogen tetapi komunitas yang heterogen baik dari segi suku, etnis,budaya, jenis kelamin, latar belakang keluarga, tingkat pendidikan, profesi, orientasi hidup dan sebagainya.Dari segi suku misalnya, ada yang dari suku Manggarai, Ngada, Maumere, Ende, Flores Timur, Timor, Sumba, Bugis, Jawa, Padang dan sebagainya.

Dari segi tempat tinggal, ada yang tinggal di pedesaan, ada juga yang tinggal di daerah perkotaan. Demikian pun dari segi pendidikan, ada yang tamat SD, SMP, SMA, strata satu (S1) bahkan strata dua (S2).

Keragaman latar belakang generasi muda ini tentu merupakan sebuah kekayaan bagi Manggarai Barat karena keragaman latar belakang mereka ini turut memberi andil yang variatif dan positif dalam membangun daerah tercinta ini.

Generasi muda di Manggarai Barat sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar dan perlu difasilitasi untuk pengembangan potensi terbaik mereka secara maksimal. Harus diakui dengan jujur bahwa sebagian besar generasi muda ini belum memiliki akses dan kesempatan untuk bekerja.

Realitas ini tidak hanya terjadi pada generasi muda yang tingkat pendidikannya rendah tetapi juga pada generasi muda yang tingkat pendidikannya relatif tinggi.

Hal itu tentu dapat dipahami karena peluang kerja di Labuan Bajo dan Manggarai Barat secara umum jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah generasi muda yang membutuhkan pekerjaan. Konsekuensi logisnya adalah bahwa sebagian dari mereka belum bekerja atau kalaupun bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka dan upah yang mereka dapatkan.

Berhadapan dengan fakta seperti ini, kita tentu tidak boleh pesimis atau menyerah tetapi persoalan ini hendaknya menjadi pemicu (trigger) bagi kebangkitan dan perubahan generasi muda Manggarai Barat ke dengan memanfaatkan berbagai peluang strataegis yang ada.

Peluang Strategis Baru Bagi Generasi Muda

Dewasa ini, ada begitu banyak peluang bagi generasi muda untuk memperoleh tingkat pendidikan, pengetahuan, ketrampilan (skill) dan jaringan (network) yang lebih baik. Kesempatan itu tidak saja untuk kelompok generasi muda yang tingkat pendidikannya tinggi (strata satu atau strata dua) tetapi juga bagi generasi muda dengan tingkat pendidikan menengah.

Kesempatan untuk mengembangkan potensi generasi muda tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia tetapi juga di luar negeri baik di Asia, Amerika maupun Eropa melalui berbagai program beasiswa yang ditawarkan oleh berbagai pihak baik dari Pemerintah Indonesia, Pemerintah Australia, China, Korea, Amerika, Jerman, Belanda, maupun pihak swasta yang menyediakan program beasiswa.

Dalam beberapa dekade terakhir, Pemerintah Indonesia telah menyediakan begitu banyak beasiswa bagi generasi muda di Indonesia terutama untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang magister (S2) maupun jenjang doktoral (S3).

Salah satu yang paling populer adalah beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) di Kementrian Keuangan Republik Indonesia. LPDP akan membiayai seluruh biaya kuliah selama dua tahun untuk beasiswa S2 dan biaya kuliah selama empat (4) tahun untuk beasiswa doktoral baik yang akan studi di kampus terbaik di Indonesia maupun kampus terbaik di luar negeri.

Selain menanggung seluruh biaya kuliah, LPDP juga akan menanggung biaya hidup dan tunjangan keluarga bagi penerima beasiswa selama mengikuti pendidikan.Salah satu hal yang sangat menarik dan penting diperhatikan adalah bahwa LPDP juga memberikan beasiswa khusus bagi generasi muda dari wilayah Indonesia Timur termasuk dari NTT dan Manggarai Barat.

Selain Pemerintah Indonesia, Pemerintah Australia juga secara rutin memberikan beasiswa untuk generasi muda di Indonesia termasuk generasi muda di NTT. Salah satu hal yang menarik dari beasiswa ini adalah bahwa Indonesia Timur termasuk NTT merupakan salah satu daerah fokus pemberian beasiswa ini.

Relatif sama dengan LPDP, beasiswa Pemerintah Australia ini membiayai penerima beasiswa secara penuh baik biaya kuliah maupun biaya hidup selama kuliah berlangsung baik pada jenjang S2 maupun S3 di Australia.Selain beasiswa jangka panjang (S2 dan S3), Pemerintah Australia juga menyediakan beasiswa jangka pendek (short course) bagi warga Indonesia untuk belajar di Australia dengan berbagai topik seperti pertanian, kesehatan, demokrasi, pariwisata, kehutanan, bisnis dan sebagainya.

Selain Australia,Pemerintah Amerika Serikat juga menyediakan berbagai bprogram beasiswa kepada generasi muda di Indonesia melalui lembaga AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation).

AMINEF menyediakan berbagai program beasiswa untuk S2 dan S3 bagi generasi Indonesia untuk belajar di Amerika Serikat. Relatif sama dengan beasiswa Pemerintah Australia, AMINEF juga menyediakan berbagai program pelatihan singkat di Amerika dengan durasi yang variatif seperti Humphrey Fellowship dengan durasi studi selama 10 sampai 12 bulan di Amerika yang dibiayai secara penuh (fully funded), Community College Initiative Program (CCIP) dengan durasi pelatihan kurang lebih satu tahun di Amerika dengan fokus pada sektor strategis seperti pertanian, pendidikan, bisnis, media maupun dalam sektor pariwisata.

Selain itu, Pemerintah China, Korea Selatan,Jerman dan Belanda dan beberapa negara lain juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi generasi muda di Indonesia untuk belajar di China, Korea, Jerman dan Belanda baik pada jenjang master maupun jenjang doktoral.

Seluruh biaya kuliah dan biaya hidup ditanggung oleh penyedia beasiswa.
Deskripsi singkat tentang berbagai program beasiswa tersebut di atas merupakan peluang emas bagi pengembangan pendidikan, pengetahuan, ketrampilan (skill) dan jaringan generasi muda Manggarai Barat ke depan.

Karena itu, sebagai representasi generasi muda, Pak Edi Endi tentu sangat berkomitmen untuk mendukung dan mendorong kaum generasi muda Manggarai Barat ini untuk memanfaatkan berbagai peluang tersebut mulai saat ini dan ke depan.

Beasiswa ini merupakan salah satu kesempatan emas bagi generasi muda Manggarai Barat untuk menciptakan sumber daya manusia yang bermutu ke depan demi memajukan pembangunan di Manggarai Barat dalam berbagai sektor kehidupan baik pertanian, pariwisata, kesehatan, lingkungan, perkebunan, pendidikan dan lain sebagainya.

Untuk itu, para generasi muda Manggarai Barat yang potensial baik yang belum bekerja maupun yang telah bekerja baik sebagai guru, tenaga medis, pendamping pertanian,pegawai honorer,pegiat komunitas/LSM, pelaku pariwisata maupun profesi lainnya perlu memanfaatkan peluang strategis ini.

Perlu Daya Juang

Memperoleh beasiswa formal S2 atau S3 atau kursus singkat dari berbagai lembaga atau Pemerintah tersebut di atas tentu bukanlah sesuatu yang mudah tetapi membutuhkan usaha dan perjuangan keras untuk mendapatkannya. Karena itu, generasi muda Manggarai Barat perlu memiliki semangat dan daya juang yang tinggi untuk meraih kesempatan tersebut.

Kesempatan ini sangat terbuka bagi seluruh generasi muda Manggarai Barat tanpa diskriminasi baik dari segi suku, agama, asal, jenis kelamin, status sosial, profesi dan sebagainya.

Salah satu persoalan yang dihadapi oleh generasi muda NTT secara umum dan generasi muda Manggarai Barat secara khusus untuk memperoleh berbagai peluang beasiswa tersebut di atas adalah persyaratan administratif yaitu sertifikat bahasa Inggris baik sertifikat TOEFL (Test of English as Foreign Langauage) maupun IELTS (International English Language Testing System) sebagai salah satu persyaratan administratif untuk memperoleh beasiswa tersebut.

Jika tidak keliru, sampai saat ini, di Manggarai Barat bahkan Manggarai Raya belum ada lembaga resmi/legal untuk melakukan test TOEFL atau IELTS tersebut.Lembaga-lembaga resmi yang menyelenggarakan tes tersebut pada umumnya berada di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makasar Bali dan sebagainya.

Sementara untuk konteks NTT, lembaga resmi untuk melakukan tes tersebut hanya ada di Kupang yaitu di Universitas Nusa Cendana. Itu berarti, generasi muda yang ingin mendapatkan berbagai peluang beasiswa tersebut harus pergi ke Bali, Makasar atau Kupang untuk mengikuti tes TOEFL atau IELTS tersebut.

Bagi generasi muda yang berasal dari keluarga yang relatif mampu, hal itu tentu mungkin tidak menjadi persoalan, tetapi bagi anak-anak muda yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, hal tersebut tentu menjadi persoalan yang sangat serius.
Implikasinya adalah bahwa, generasi muda kita kehilangan kesempatan untuk memperoleh berbagai peluang beasiswa tersebut.

Secara jujur, harus diakui bahwa generasi muda Manggarai Barat dan Manggarai Raya secara keseluruhan memiliki kemampuan akademik yang luar biasa termasuk dalam penguasaan bahasa Inggris. Generasi muda kita tidak berbeda jauh dengan kemampuan akademik dengangenerasi muda dari daerah-daerah lain di Indonesia. Pokok persoalan generasi muda kita hanyalah soal akses terhadap lembaga pendidikan atau institusi yang menyelenggarakan tes TOEFL/IELTS tersebut yang relatif jauh dari Manggarai Barat.

Sebagai bagian dari perjuangan generasi muda untuk mengatasi persoalan tersebut, Pak Edi Endi berkomitmen untuk mengambil langkah konkrit untuk memfasilitasi generasi muda Manggarai Barat ini untuk mendapatkan berbagai peluang beasiswa tersebut.

Terobosan Konkrit

Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan strategis Pariwisata Nasional (KSPN) oleh Pemerintah Pusat. Selain itu, Labuan Bajo juga telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata superpremium di Indonesia.

Salah satu implikasi serius dari berbagai kebijakan tersebut bahwa Labuan Bajo menjadi tempat interaksi berbagai pihak dari berbagai belahan dunia. Interaksi warga lintas dunia tentu dilakukan dengan menggunakan bahasa internasional, salah satunya adalah Bahasa Inggris. Karena itu, penyediaan sarana pembelajaran Bahasa Inggris yang legal, profesional dan bermutu tentu menjadi suatu kebutuhan yang sangat urgen di Labuan Bajo.

Selain memfasilitasi keperluan masyarakat luas, penyediaan sarana pembelajaran Bahasa Inggris ini juga adalah untuk memfasilitasi kebutuhan generasi muda Manggarai Barat yang hendak melanjutkan pendidikan formal mereka melalui berbagai program beasiswa yang disediakan oleh berbagai pihak baik Pemerintah Indonesia, pemerintah negara-negara sahabat maupun lembaga penyedia beasiswa lainnya.

Penyediaan lembaga kursus Bahasa Inggris ini tentu sangat membantu generasi muda Manggarai Barat secara khusus dan Manggarai Raya secara keseluruhan untuk mempersiapkan kemampuan Bahasa Inggris mereka sehingga mereka dapat mengakses berbagai peluang beasiswa yang ditawarkan. Melalui beasiswa tersebut generasi muda potensial ini dapat mengembangkan pendidikan, pengetahuan ketrampilan maupun jaringan mereka ke depan baik pada level nasional maupun internasional.

Secara teknis, lembaga pembelajaran Bahasa Inggris ini dapat dibentuk oleh Pemerintah Daerah melalui dinas teknis terkait, tetapi juga dapat dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan ataupun yayasan di Labuan Bajo yang profesional dan kredibel.

Investasi SDM Generasi Muda ke Depan

Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama lagi, Labuan Bajo akan mengalami perubahan yang sangat pesat hampir dalam seluruh sektor kehidupan baik dalam bidang pariwisata, pertanian, lingkungan, budaya, pendidikan, dan sektor strategis lainnya.

Kita tentu tidak ingin warga Manggarai Barat dan secara khusus generasi muda kita terpinggirkan dalam pembangunan dan kemajuan Manggarai Barat ke depan. Karena itu, generasi muda Manggarai Barat perlu dan wajib difasilitasi untuk mengembangkan potensi mereka melalui berbagai program beasiswa yang disediakan oleh berbagai pihak termasuk oleh Pemerintah Indonesia itu sendiri.

Manggarai Barat memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang sangat besar dan perlu dikelola dan dikembangkan oleh warga termasuk generasi muda yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk itu.

Pak Edi Endi memiliki komitmen penuh untuk memfasilitasi potensi generasi muda Manggarai Barat melalui berbagai program beasiswa tersebut. Ke depan, minimal ada 25 bahkan 50 orang generasi muda potensial baik laki-laki maupun perempuan yang fifasilitasi untuk melanjutkan pendidikan mereka di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Asia, Amerika maupun Eropa sesuai dengan minat generasi muda kita dan kebutuhan Manggarai Barat baik dalam bidang pariwisata, pertanian,perikanan, kelautan, lingkungan, budaya, industri kreatif maupun bidang-bidang strategis lainnya.

Itu berarti dalam kurun waktu lima tahun kita dapat memfasilitasi 125 bahkan 250 generasi muda yang handal untuk mebangun Manggarai Barat yang lebih baik ke depan. Pada saat yang bersamaan, generasi muda ini kelak akan menjadi ‘aktor’ dan ‘aktris’ untuk perubahan sosial kemasyarakatan yang lebih baik di Manggarai Barat ke depan dan mereka tentu kelak menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda lainnya ke depan.

Perubahan sosial kemasyarakatan yang positif tentu tidak lahir dari ruang kosong (taken for granted) tetapi adalah hasil dari sebuah proses yang direncanakan secara baik dan matang (by design). Kita dan tentu Pak Edi meyakini bahwa dengan cara seperti itu, maka generasi muda dan pembangunan Manggarai Barat akan menjadi lebih maju dan sejahtera karena kebangkitan generasi muda yang handal, tangguh dan inovatif.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.