Pemilik Hotel ini Panen Jutaan Rupiah dari Kebun Sayur di Tengah Pandemi

BORONG, KL–Salah satu pemilik hotel di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Kornelis Dola, mulai merintis usaha sayur akibat dampak pandemi Covid-19 yang membuat tamu hotel sepi.

Usaha sayurnya itu ternyata memberikan hasil yang signifikan mencapai jutaan rupiah per bulan.

“Awal Maret 2020 situasi sudah mulai memburuk, tamu hotel sudah semakin sepi, saya memutuskan untuk membuka usaha sayur. Tidak butuh waktu lama saya mulai membersihkan kebun dan siap menanam sayur,” kata Kornelis, Sabtu (15/8/2020).

Pensiunan ASN ini memilih usaha sayur karena membaca peluang dan prospek yang menjanjikan.

“Kebutuhan sayur dan beras itu porsinya hampir sama. Biasanya untuk yang mau asupan gizi tinggi pasti kebutuhan sayur lebih besar. Nasi hanya punya kandungan karbohidrat sedangkan sayur segala kebutuhan vitamin bisa terpenuhi,” kata Kornelis.

Beberapa pekan kemudian, kebun sayur yang diimpikan pemilik Hotel Gloria itu pun perlahan terwujud. Setelah menyiapkan bedeng, bibit sayur di persemaian, selanjutnya siap ditanam.

“Awalnya saya mulai dengan jenis sayuran yang tidak banyak. Sebagian besar Sawi. Dalam perjalanan, saya buka lagi bedeng sehingga semakin banyak,” kata Kornelis.

Saat ini jumlahnya sudah 28 bedeng yang ia kerjakan secara manual dengan peralatan seadanya. Selain bedeng, ia juga menyiapkan bak penampung air karena persediaan air yang terbatas.

“Saya kerja manual, menggunakan pacul dan beberapa peralatan kerja petani. Saya juga bangun bak penampung air karena ketersediaan air yang terbatas. Tetapi harus dicatat, air ini hanya pendukung. Banyak orang hanya karena masalah air malah jadi tidak semangat untuk mulai menanam,” kata Kornelis.

Saat panen sayur, dia menggunakan media sosial untuk promosi.

“Promosinya melalui Whatsapp dan Facebook. Tidak butuh waktu lama informasi tentang kebun ini orang tahu. Ada yang minta sayur diantar langsung ke rumah, ada juga yang datang langsung beli di kebun sayur ini,” kata Kornelis.

Omset dari penjualan sayur diakuinya sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Dari satu bedeng kata dia, bisa meraup keuntungan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung jenis sayurnya.

“Hasilnya lumayan, satu bedeng bisa sampai Rp 300 ribu kalau tanaman jenis Sawi. Kalau Terung pasti lebih mahal karena harganya juga beda, kalau dihitung secara detail bisa dapat pemasukan 3 sampai 4 juta dari beberapa bedeng saja,” kata Kornelis.

Dari omset ini kata dia, seorang petani sebenarnya bisa membeli mobil untuk mendukung usaha pertanian jika fokus mengembangkan tanaman hortikultura.

“Sekarang semua petani sebenarnya bisa beli mobil. Contoh, dua bedeng Terung dengan jumlah ratusan pohon saja bisa hasilkan Rp 5 juta setiap bulannya. Omset ini sudah cukup meyakinkan orang bank untuk dapatkan kredit KUR. Semuanya tergantung keseriusan,” kata Kornelis.

Pria yang juga Ketua Dewan Stasi ini, mengajak semua orang untuk mengembangkan potensi yang ada melalui pertanian.

“Kita punya potensi yang luar biasa, sekarang tergantung kita mau kembangkan atau tidak dan paling penting jadi petani itu harus berorientasi bisnis sehingga ada kontribusi ekonominya. Untuk orang-orang muda juga saya selalu berpesan agar jangan malu jadi petani jika ingin punya penghasilan lebih,” kata Kornelis. (umi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.