Cengkeh di Manggarai Barat Flores Mulai Diincar Para Pembeli, Ini Besaran Harganya

LABUAN BAJO, KL–Para pembeli mulai mengincar cengkeh milik petani di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, NTT.

Saat ini hanya sebagian kecil saja petani yang sudah mulai panen cengkehnya, sebagian besar baru panen sekitar Bulan Agustus sampai September 2020 mendatang.

Harga cengkeh di daerah itu saat ini dibuka dengan angka Rp 50 ribu per kilogram.

Banyak petani yang saat ini memiliki stok cengkeh dalam jumlah banyak hasil panen tahun 2019 lalu yang sengaja belum dijual, salah satu penyebabnya karena pertimbangan harga.

Harga cengkeh Rp 50 ribu per kilogram itu salah satunya di Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Mabar.

“Harga cengkeh di era new normal saat ini Rp 50 ribu per kilogram. Sekarang cengkeh sedang panen,” kata Kepala Desa Liang Ndara, Karolus Vitalis kepada KLIK LABUAN BAJO.ID, Selasa (30/6/2020).

Dia menyampaikan bahwa cengkeh merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat di Desa Liang Ndara.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah Pohon Cengkeh milik petani di Desa Momol, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, NTT, saat ini sudah berbuah.

Sekitar Bulan Agustus sampai September 2020 mendatang, para petani dipastikan sibuk memetik cengkeh di lahannya masing-masing.

Kepala Desa Momol Yuvensius Maldi, menyampaikan bahwa para petani di desanya itu berharap agar harga cengkeh naik.

“Sekarang belum musim petik cengkeh tetapi keadaan buahnya mulai setengah matang. Biasanya setiap Bulan Agustus baru bisa dipetik atau panen. Warga sangat berharap agar harga cengkeh tahun 2020 ini naik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Yuvensius kepada KLIK LABUAN BAJO. ID, Senin (29/6/2020).

Harapan warga itu karena dalam beberapa tahun terakhir harga cengkeh bukannya meningkat malah semakin turun.

Tahun 2019 lalu harga cengkeh sempat Rp 60 ribu per kilogram, tahun 2018 harga cengkeh berkisar Rp 85 ribu per kilogram, sebelumnya sempat Rp 90 ribu per kilogram.

Beberapa tahun silam, cengkeh pernah berjaya dengan harga Rp 150 ribu per kilogram namun setelah itu harga turun drastis. (tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.